Minggu, 22 Januari 2017

Analisa perkembangan masyarakat terkait dengan kehidupan beragama dan Integritasnya



Keadaan umat beragama di Filipina 

Sejumlah literatur menyebutkan, istilah 'Moro' merujuk kepada kata Moor, Mariscor, atau Muslim. Kata Moor berasal dari istilah latin, Mauri, sebuah istilah yang sering digunakan orang-orang romawi kuno untuk menyebut penduduk wilayah Aljazair barat dan Maroko. Ketika bangsa Spanyol tiba di wilayah Filipina dan menemukan sebuah bangsa yang memiliki agama dan adat istiadat seperti orang-orang Moor di Spanyol Andalusia, mereka mulai menyebut orang-orang di Filipina dengan istilah Moro.
Terjadinya diskriminasi pada agama islam di wilayah filipina yang terjadi karena adanya konflik awal dengan pemerintah yang menganggap bahwa orang “moro” mengasingkan  diri dan bersikap tidak antipati terhadapat pemerintah sehingga umat “moro” melakukan perlawanan baru dan membentuk Muslim Independent Movement (MIM) pada 1968 dan Moro Liberation Front (MLF) pada 1971 dan hingga MLF terpecah menjadi 2 yaitu Moro National Liberation Front (MNLF) pimpinan Nurulhaj Misuari dan Moro Islamic Liberation Front (MILF) pimpinan Salamat Hashim. Namun, dalam perjalanannya, ternyata MNLF pimpinan Nur Misuari mengalami perpecahan kembali menjadi kelompok MNLF-Reformis pimpinan Dimas Pundato (1981) dan kelompok Abu Sayyaf pimpinan Abdurrazak Janjalani (1993).
Oleh karena kejadian kejadian tersebut banyak orang yang mengatakan bahwa umat islam di filipina menjadi minoritas di negri sendiri

Keadaan umat beragama di Myanmar 

Belum lama ini telah terjadi krisis Rohingya karena kurangnya toleransi antar umat beragama yang terjadi antara umat Budha dan Islam yang terjadi karena umat Budha yang rasis dan menganggap bahwa Rohingya bukan lah bagian dari myanmar hal hal seperti ini seharusnya tidak terjadi karena sebagai masyarakat sosial kita harus bisa menghargai satu sama lain tanpa mendiskriminasi suatu ras atau agama

Keadaan umat beragama di China

Terjadi kejadian ironi di wilayah china yang melarang kaum muslim beribadah yang telah terjadi 2 kali merasa hak mereka telah di rampas umat muslim melakukan demo tetapi hal tersebut di anggap gerakan teroris oleh pemerintah china sehingga korban pun berjatuhan  dan PKC mempropagandakan bahwa umat muslim telah melakukan gerakaan separatis yang di buat untuk membenarkan represi di daerah Xinjiang dan media menyebarkan berita tersebut untuk menutupi kejahatan kemanusian yang di lakukan PKC

 Keadaan umat beragama di Brunei Darusalam

Setelah merdeka Brunei menjadi sebuah negara Melayu Islam Beraja. “Melayu” diartikan dengan negara melayu yang mengamalkan nilai-nilai tradisi ataukebudayaan melayu yang memiliki unsur-unsur kebaikan dan menguntungkan. “Islam” diartikan sebagai suatu kepercayaan yang dianut negara yang bermazhab Ahlussunnah Waljamaah sesuai dengan konstitusi dan cita-cita kemerdekaannya.“Baraja” adalah suatu sistem tradisi melayu yang telah lama ada.
Brunei merdeka sebagai negara Islam di bawah pimpinan sultan ke-29, yaitu Sultan Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah. Panggilan resmi kenegaraan sultan adalah “ke bawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda dan yang dipersatukan negeri. Gelar “Muizaddin Waddaulah” (pinata agama dan negara) menunjukkan ciri keislaman yang selalu melekat pada setiap raja yang memerintah.




Minggu, 15 Januari 2017

Calon TKW Taiwan Ini Tipu Puluhan Juta Bermodus Oper Kontrakan

Jakarta - Polisi mengamankan seorang wanita bernama Reni alias Yani (29) karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Penipuan bermodus oper kontrakan tersebut dilaporkan oleh Wahyudi yang merasa menjadi korban.

"Tersangka Reni ini menipu korban dengan menawarkan oper kontrakan 3 pintu luas tanah dan bangunan semuanya 177 meter persegi dengan harga Rp 60 juta," kata Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan AKP H Mansuri kepada detikcom, Sabtu (14/1/2017).

Kejadian berawal pada Jumat, 23 Desember 2016, ketika Reni menunjukkan satu buku Akte Jual Beli (AJB) dan bukti kepemilikan atas kontrakan tersebut kepada Wahyudi. Wahyudi tertarik dengan penawaran tersebut dan membuat surat kontrak dengan perjanjian per pintu seharga Rp 550 ribu sehingga tiga kontrakan sebesar Rp 1.650.000.

"Pada saat itu juga korban menyerahkan uang sebesar Rp 60 juta disaksikan oleh saudara Hupni dan Saudari Mulyanah," terang dia.

Reni alias Yani calon TKW Taiwan menipu puluhan juta bermodus oper kontrakan.Reni alias Yani calon TKW Taiwan menipu puluhan juta bermodus oper kontrakan. Foto: Dok. Istimewa


Seminggu kemudian pada Jumat (30/12), korban baru sadar jika telah tertipu. Saat itu korban menyadari nama pemilik kontrakan yang tertera di AJB bukan namanya.

"Hari Jumat tanggal 30 Desember 2016 sekira pukul 19.00 WIB korban baru sadar bahwa telah ditipu oleh terlapor dikarenakan pemilik kontrakan yang disewa kontrak oleh terlapor bukan miliknya namun milik Mad Kicit. Photo copy AJB yang ditunjukkan juga bukan milik terlapor sedangkan terlapor sudah menghilang," jelas Mansuri.

Merasa ditipu, Wahyudi kemudian melaporkan Reni ke Polsek Cisauk pada Rabu (11/1). Setelah melalui penyelidikan, diketahui Reni akan berangkat menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan pada Senin (16/1).

"Selanjutnya Tim Buser bersama penyidik langsung mendatangi penampungan TKI di daerah Bekasi Jalan Raya Hankam Kota Bekasi PT. Assami Anama Mandiri," katanya.

Polisi kemudian mengamankan tersangka ke Polsek Cisauk untuk dilakukan pemeriksaan. Atas perbuatannya itu, Reni dikenai pasal penipuan dan penggelapan.

"Tersangka dikenai pasal penipuan dan penggelapan, pasal 378 dan 372 KUHPidana," kata Mansuri.

Sumber :https://news.detik.com/berita/d-3396210/calon-tkw-taiwan-ini-tipu-puluhan-juta-bermodus-oper-kontrakan

hal-hal yang seperti ini sering terjadi di kalangan masyarakat karena kurangnya lapangan pekerjaan yang membuat masyarakat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan kasus kasus seperti ini karena akan merugikan orang lain yang kurang pengalamaan atau pengetahuan tentang hal tersebut