Keadaan umat beragama di Filipina
Sejumlah literatur menyebutkan, istilah 'Moro' merujuk
kepada kata Moor, Mariscor, atau Muslim. Kata Moor berasal dari istilah latin,
Mauri, sebuah istilah yang sering digunakan orang-orang romawi kuno untuk
menyebut penduduk wilayah Aljazair barat dan Maroko. Ketika bangsa Spanyol tiba
di wilayah Filipina dan menemukan sebuah bangsa yang memiliki agama dan adat
istiadat seperti orang-orang Moor di Spanyol Andalusia, mereka mulai menyebut
orang-orang di Filipina dengan istilah Moro.
Terjadinya diskriminasi pada agama islam di wilayah filipina
yang terjadi karena adanya konflik awal dengan pemerintah yang menganggap bahwa
orang “moro” mengasingkan diri dan
bersikap tidak antipati terhadapat pemerintah sehingga umat “moro” melakukan
perlawanan baru dan membentuk Muslim Independent Movement (MIM) pada 1968 dan
Moro Liberation Front (MLF) pada 1971 dan hingga MLF terpecah menjadi 2 yaitu Moro
National Liberation Front (MNLF) pimpinan Nurulhaj Misuari dan Moro Islamic
Liberation Front (MILF) pimpinan Salamat Hashim. Namun, dalam perjalanannya,
ternyata MNLF pimpinan Nur Misuari mengalami perpecahan kembali menjadi
kelompok MNLF-Reformis pimpinan Dimas Pundato (1981) dan kelompok Abu Sayyaf
pimpinan Abdurrazak Janjalani (1993).
Oleh karena kejadian kejadian tersebut banyak orang yang
mengatakan bahwa umat islam di filipina menjadi minoritas di negri sendiri
Keadaan umat beragama di Myanmar
Belum lama ini telah terjadi krisis Rohingya karena
kurangnya toleransi antar umat beragama yang terjadi antara umat Budha dan
Islam yang terjadi karena umat Budha yang rasis dan menganggap bahwa Rohingya
bukan lah bagian dari myanmar hal hal seperti ini seharusnya tidak terjadi
karena sebagai masyarakat sosial kita harus bisa menghargai satu sama lain
tanpa mendiskriminasi suatu ras atau agama
Keadaan umat beragama di China
Terjadi kejadian ironi di wilayah china yang melarang kaum
muslim beribadah yang telah terjadi 2 kali merasa hak mereka telah di rampas umat
muslim melakukan demo tetapi hal tersebut di anggap gerakan teroris oleh
pemerintah china sehingga korban pun berjatuhan dan PKC mempropagandakan bahwa umat muslim
telah melakukan gerakaan separatis yang di buat untuk membenarkan represi di
daerah Xinjiang dan media menyebarkan berita tersebut untuk menutupi kejahatan
kemanusian yang di lakukan PKC
Keadaan umat beragama
di Brunei Darusalam
Brunei merdeka sebagai negara Islam di bawah pimpinan sultan ke-29, yaitu Sultan Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah. Panggilan resmi kenegaraan sultan adalah “ke bawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda dan yang dipersatukan negeri. Gelar “Muizaddin Waddaulah” (pinata agama dan negara) menunjukkan ciri keislaman yang selalu melekat pada setiap raja yang memerintah.
Reni alias Yani calon TKW Taiwan menipu puluhan juta bermodus oper kontrakan. Foto: Dok. Istimewa